Blog
Review Infinix Smart 20 – HP Sejutaan yang Layak Dibeli?

Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan review Infinix Smart 20. HP ini sendiri harganya hanya sejutaan aja, tapi apakah layak buat dibeli?
Nah, untuk mengetahuinya kamu bisa simak review Infinix Smart 20 ini dulu ya.

Paket panjualan
– Smartphone
– Kuota Smartfren 48GB
– Lisensi by Qualcomm
– Buku Paduan
– Case
– Kabel USB Type-C
– Adaptor 10W
– SIM Injector
– Screen Protector (sudah terpasang)

Infinix Smart 20
4/64GB
IDR 1.399.000 Shopee › IDR 1.399.000 Tokopedia › IDR 1.399.000 TikTok Shop ›*Harga dapat berubah sewaktu-waktu
Spesifikasi ringkas
Desain & Kualitas

Dari segi desain, Infinix Smart 20 hadir dengan dimensi 167.7 x 78.8 x 7.7 mm dan bobot 187 gram. Di tangan, terasa cukup ringan dan nyaman untuk penggunaan harian, karena smartphone ini cukup ringan.
Bagian belakangnya pakai material plastik dengan finishing matte. Enaknya, ini nggak gampang ninggalin bekas sidik jari, jadi kelihatan tetap bersih.
Nah, yang menarik ada di sekitar kameranya. Desainnya dibuat persegi panjang dengan finishing glossy, jadi kelihatan lebih “niat” dan sedikit terasa premium. Tapi ya itu, bagian ini gampang banget kotor kena sidik jari.
Frame-nya sendiri masih plastik, tentu kita harus memaklumi ya karena harganya hanya 1 jutaan lebih dikit sob.
Soal ketahanan, ini yang cukup menarik. Infinix Smart 20 sudah punya sertifikasi IP64, jadi aman dari debu dan percikan air ringan. Bahkan, diklaim juga tahan jatuh sampai ketinggian 1,5 meter. Buat kamu yang agak ceroboh, ini bisa jadi nilai plus.
Pilihan warnanya juga cukup beragam, ada Sunlike Orange, Cloudine Blue, Shadow Black, dan Polaris Titanium. Tinggal pilih sesuai selera aja.
Atas: Speaker
Bawah: Jack Audio 3,5 mm, Mic, Port USB Type-C
Samping Kiri: SIM Tray (Triple Slot)
Samping kanan: Tombol volume Up/Down, Tombol power dan pemindai sidik jari
Layar

Masuk ke bagian layar, Infinix Smart 20 dibekali panel IPS LCD berukuran 6.78 inci dengan resolusi HD+. Ukurannya ini tergolong besar, jadi buat nonton video atau main game masih terasa lega.
Desainnya sudah pakai punch-hole, jadi kelihatan lebih modern dibanding waterdrop. Tapi kalau diperhatiin, bezel-nya masih cukup tebal, terutama di bagian dagu bawah. Ini sih wajar di kelas harganya, tapi tetap kelihatan.
Nah, yang jadi nilai jual ada di refresh rate 120Hz. Scroll terasa lebih halus, apalagi buat buka sosmed atau sekadar geser menu. Tapi perlu dicatat, nggak semua aplikasi mendukung 120Hz, jadi masih banyak aplikasi yang mentok di 90Hz saja.
Kemudian ada fitur auto switch yang bakal menyesuaikan secara otomatis, ini bakal bikin baterai jadi lebih irit.
Untuk kecerahan, layar ini bisa sampai 700 nits (HBM). Dipakai di luar ruangan masih cukup terlihat, walaupun bukan yang paling terang di kelasnya. Rasio layarnya 19.7:9 dengan screen-to-body sekitar 90%, jadi secara keseluruhan masih terasa luas.
Soal warna, coverage-nya ada di 72% NTSC. Artinya warna yang ditampilkan cukup oke buat penggunaan sehari-hari, walaupun belum terlalu “nendang” kalau dibanding layar yang lebih tinggi kelasnya.
Respons sentuhnya di atas kertas memang sudah 240Hz, yang harusnya terasa cukup responsif. Tapi saat dipakai, terutama buat gaming atau gerakan cepat, masih terasa ada sedikit delay. Nggak sampai ganggu banget, tapi kalau kamu cukup sensitif, pasti bakal kerasa bedanya.
Apalagi layar ini juga cuma mendukung 5 titik sentuhan, jadi memang masih di level standar. Buat penggunaan sehari-hari seperti scrolling atau chatting sih masih oke, tapi untuk gaming yang butuh respons cepat, feel-nya belum bisa dibilang benar-benar mulus.
Menariknya, Infinix juga menyematkan fitur Always On Display, walaupun cuma aktif sekitar 5 detik. Karena ini masih pakai IPS LCD, fitur ini sedikit lebih boros dibanding AMOLED.
Terakhir ada fitur Dynamic Bar, semacam notifikasi interaktif di sekitar punch-hole yang bikin tampilannya terasa lebih modern dan sedikit beda dari HP di kelasnya.
Performa
Infinix Smart 20 ditenagai chipset MediaTek Helio G81 Ultimate dengan fabrikasi 12nm dari TSMC, dipadukan dengan GPU Mali-G52 MC2. Untuk varian, ada pilihan RAM 4GB dengan storage 64GB atau 128GB, masih pakai LPDDR4X dan eMMC 5.1. Kalau kurang, tenang aja karena masih tersedia slot microSD hingga 2TB.
Kebetulan, smartphone yang saya pegang ini adalah varian RAM 4GB dan penyimpanan internal 64GB. Bisa dibilang varian paling terjangkau.

Di atas kertas, performanya memang bukan yang kencang banget. Dari hasil benchmark, skor AnTuTu ada di angka 347 ribuan.

Sementara Geekbench 6 mencatat sekitar 440 untuk single-core dan 1270 untuk multi-core. Jadi memang lebih cocok untuk penggunaan ringan sampai menengah.
Dipakai harian seperti chatting, browsing, atau nonton masih aman dan cukup lancar. Tapi kalau sudah masuk ke multitasking berat atau buka aplikasi besar, kadang mulai terasa ada jeda.
Gaming
Di Subway Surfers, performanya sudah cukup enak karena bisa tembus 90fps. Gerakannya terasa halus, walaupun memang belum sampai 120fps.

Masuk ke Mobile Legends, setting mentok di Ultra – High dengan rata-rata sekitar 58 fps. Secara keseluruhan masih cukup stabil dan nyaman dimainkan, tapi sesekali masih terasa frame drop kecil, terutama saat war ramai.

Untuk Free Fire, bisa jalan di setting Max – High dengan fps di kisaran 57 fps. Tapi di sini mulai terasa kurang stabil. Frame drop masih cukup sering muncul, jadi kadang bikin gameplay terasa kurang mulus.

Sementara di PUBG Mobile, setting mentok di Smooth – Ultra dengan rata-rata sekitar 38 fps. Di game ini kelihatan banget batas performanya. Frame drop cukup sering terjadi, apalagi saat banyak objek atau pergerakan cepat, jadi pengalaman mainnya kurang konsisten.
Tapi balik lagi ke harganya, karena perangkat ini memang tidak difokuskan untuk main game ya sob.
Software

Masuk ke bagian software, Infinix Smart 20 sudah berjalan di Android 16 terbaru dengan tampilan khas XOS 16. Untuk tampilan, bisa dibilang “Kelihatan mau ke arah iPhone, tapi masih setengah jalan” dan fitur-fiturnya belum sekomplit seri di atasnya.
Sayangnya, Infinix belum memberikan informasi yang jelas soal jaminan update software. Jadi untuk ke depannya, ini masih jadi tanda tanya, apakah bakal dapat update atau tidak.
Soal bloatware, di awal pemakaian memang masih ada beberapa aplikasi bawaan. Tapi kabar baiknya, masih bisa di-uninstall, jadi bisa dibersihkan sesuai kebutuhan.

Nah, yang cukup terasa adalah adanya iklan. Beberapa muncul dalam bentuk rekomendasi aplikasi dari Palm Store. Selain itu, ada juga iklan di bagian Discover atau feed, bahkan sampai ke lock screen.
Untungnya, sebagian besar iklan ini masih bisa dimatikan. Jadi kalau kamu nggak suka tampilan yang terlalu ramai, masih bisa diakalin biar lebih bersih dan nyaman dipakai.
Kamera

Infinix Smart 20 dibekali kamera utama 8 MP dengan aperture f/2.0, dan di bagian depan juga 8 MP f/2.0. Jadi secara spesifikasi, memang masih tergolong standar di kelas entry-level.
Untuk perekaman video, baik kamera depan maupun belakang sudah bisa sampai 2K 30fps, selain opsi 1080p dan 720p. Ini cukup menarik di kelasnya, walaupun dari segi stabilisasi masih terbatas, jadi kalau jalan sambil rekam, hasilnya masih terasa goyang.
Soal fitur, ini yang cukup lengkap. Ada mode seperti Vlog, AI Cam, Portrait, Pro, sampai Dual-Video yang bisa pakai kamera depan dan belakang sekaligus. Buat yang suka eksplor, ini lumayan seru.
Selain itu, ada juga fitur Color Style dengan banyak pilihan filter seperti Standard, Bright, Vintage, sampai B&W. Jadi kamu bisa langsung atur tone warna sesuai selera tanpa perlu edit lagi.
Hasil Foto








Baterai dan Pengisian Daya
Infinix Smart 20 dibekali kapasitas 5200 mAh. Di atas kertas, ini sudah cukup besar untuk penggunaan sehari-hari, dan di pemakaian nyata juga terasa awet.
Dipakai dengan koneksi Wi-Fi, konsumsi dayanya tergolong irit. Nonton YouTube 30 menit di 1080p 60fps hanya menghabiskan sekitar 3%. Sementara untuk TikTok 30 menit, baterai berkurang sekitar 5%.
Untuk gaming seperti PUBG Mobile selama 30 menit dengan pengaturan grafis Smooth – Ultra berkurang 9%, konsumsi dayanya memang lebih terasa (wajar).

Soal pengisian daya, sebenarnya HP ini sudah support fast charging 15W. Tapi agak disayangkan, charger yang ada di dalam box cuma 10W. Jadi kecepatan ngecasnya terasa biasa saja.
Dari 0 sampai 100%, butuh waktu sekitar 2 jam 38 menit. Bisa dibilang cukup lama.
Speaker

Untuk audio, Infinix Smart 20 masih dibekali mono speaker dengan dukungan DTS Audio. Jadi memang belum stereo. Saat dipakai, suaranya cukup kencang untuk kebutuhan sehari-hari, tapi soal kualitas masih biasa saja.
Bass-nya terasa tipis dan kurang nendang, jadi buat kamu yang suka denger musik dengan hentakan kuat mungkin kurang puas. Detail audionya juga standar, belum terlalu berlapis. Tapi untuk vokal, masih terdengar cukup jelas, jadi buat nonton atau dengar podcast masih nyaman.
Sensor-Sensor

Masuk ke sensor, di sini masih cukup basic. Sudah ada accelerometer, light sensor, dan proximity. Tapi yang cukup disayangkan, gyro-nya masih berbasis software, bukan hardware. Jadi buat kamu yang suka fitur seperti gyro gaming, performanya mungkin kurang maksimal.
Sistem Keamanan
Untuk sistem keamanan, Infinix Smart 20 menyediakan face unlock dan fingerprint di samping (menyatu dengan tombol power).
Fingerprint-nya cukup praktis karena posisinya gampang dijangkau, dan responsnya juga tergolong cepat untuk kelasnya.
Konektivitas
- 2G, 3G, 4G
- Wi-Fi 5 (Wi-Fi Sharing tersedia)
- Bluetooth 5
- USB Type-C 2.0, OTG
- IR Blaster
- FM Radio
Lainnya

Untuk hiburan, HP ini sudah bisa memutar video YouTube hingga resolusi 4K 60fps. Walaupun layarnya masih HD+, tapi setidaknya decoding videonya sudah mendukung kualitas tinggi, jadi playback tetap lancar.
Ada juga fitur UltraLink Free yang memungkinkan komunikasi antar perangkat hingga jarak sekitar 1 km tanpa jaringan seluler. Fitur ini jarang ditemui di kelas entry-level, dan bisa berguna di kondisi tertentu, misalnya saat sinyal susah.
Untuk kualitas panggilan, Infinix menyematkan Voiceprint Noise Cancellation. Jadi saat telepon, suara kita tetap terdengar lebih jelas karena noise di sekitar bisa dikurangi. Lumayan terasa terutama kalau lagi di tempat ramai.
Dan yang cukup unik, ada fitur Speaker Cleaner. Fungsinya untuk “mengeluarkan” debu dari speaker dengan getaran suara tertentu. Simpel, tapi cukup berguna untuk menjaga kualitas audio tetap optimal.
Kelebihan
- Desain nyaman dan cukup stylish, ringan 187 g
- Layar 120Hz
- Baterai tergolong awet untuk pemakaian harian
- Fitur cukup lengkap (Dynamic Bar, UltraLink, Voiceprint Noise Cancellation, dll)
- Masih ada jack audio & triple slot
- Punya sertifikasi IP64
- Perekaman video hingga 2K@30fps
- Ada IR Blaster
Hal yang perlu diperhatikan
- Performa belum stabil untuk game berat
- Respons layar terasa delay
- Kamera standar, terutama di low light
- Speaker masih mono & kualitas biasa
- Charging lambat (charger bawaan hanya 10W)
- Masih ada iklan di sistem
- Gyroscope berbasis software (masih umum dikelas hargnya)
- Tidak ada NFC
Jadi HP ini cocoknya untuk siapa sih?

Infinix Smart 20 ini lebih cocok buat kamu yang cari HP simpel untuk kebutuhan sehari-hari. Misalnya buat chatting, scrolling media sosial, nonton YouTube, atau sekadar foto-foto santai.
Buat pelajar atau pengguna kasual juga masih oke. Apalagi baterainya awet, jadi nggak perlu sering-sering ngecas.
Kalau kamu sesekali main game seperti Mobile Legends atau Free Fire, HP ini masih bisa ngikutin. Tapi memang bukan untuk yang cari performa tinggi atau gameplay super smooth.
Harga
Untuk harga resminya, Infinix Smart 20 ada di kisaran:
- 4GB / 64GB Rp 1.349.000
- 4GB / 128GB Rp 1.449.000
Tapi saat promo atau flash sale, harganya bisa turun jadi:
- 4GB / 64GB Rp 1.299.000
- 4GB / 128GB Rp 1.399.000
Dengan harga segini, Infinix Smart 20 masih cukup menarik di tengah kelangkaan RAM, apalagi kalau kamu dapet harga promo.










